Selasa, 10 Januari 2012

Jangan biarkan hati menjadi GELAP

Banyak orang melakukan dosa kepada Allah karena dia merasa cukup dengan kemampuan dirinya dan seakan tidak lagi membutuhkan pada apapun, termasuk pada Sang Mahakaya. Beranggapan bahwa dirinya mampu melakukan semua hal dengan kekuatan dan kemampuannya, hingga lupa dan merasa gak butuh ibadah. Dunia yang didapat hanya membuat jauh dirinya dengan Allah. Kemudian su...mber dosa lainnya adalah orang yang kagak ridha dengan apa yang Allah tetapkan pada dirinya. Sering kali dari bibirnya keluar keluhan dan bahkan gugatan kepada Allah kepada Dia tidak memberikan yang "terbaik" menurut pandangannya. Dia menyangka bahwa apa yang dia alami saat ini tidaklah tepat bagi dirinya, tidak pantas untuk dirinya, tidak layak dialaminya. Dia seakan lebih tahu dari Allah Yang Mahatahu yang mengerti semua detil perkara yang baik dan yang buruk bagi hamba-Nya. Inilah yang terjadi pada Qabil tatkala menuntut ayahnya agar dia dinikahkan dengan adik kembarnya padahal Allah telah menentukan lain untuknya.

Rasa tidak puas dengan apa yang Allah berikan pada kita merupakan penyakit kronis yang melahirkan buruk sangka kepada Allah, mendekti kehendak Allah, menyalahkan Allah. Rasa tidak puas dengan karunia Allah akan mengecilkan rasa syukur kita pada-Nya dan bahkan suatu saat akan memadamkannya. Lenyapnya rasa qana'ah atas karunia-Nya akan membuahkan ketamakan dan ketamakan akan melahirkan kezhaliman-kezhaliman, semakin membuat hati gelap untuk beribadah berada dalam aturan Allah. Dari kezhaliman akan memunculkan kerusakan-kerusakan yang menghancurkan tatanan kehidupan. Terjadi pengendapan dosa karena seringnya kita menunda taubat yang seharusnya cepat kita lakukan. Padahal Allah memerintahkan kita untuk segera merapatkan diri kepada Allah setelah beberapa lama kita telah menjauhinya. Allah sangat senang dengan taubat seorang hamba-Nya.

Sebagaimana yang Allah firmankan :

ألم يعلموا أن الله هو يقبل التوبة عن عباده ويأخذ الصدقات وأن الله هو التواب الرحيم

Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang? (At-Taubah : 104).

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (Ali Imran : 102).

Bila kita kembali, menuju ampunan dan beramal shaleh demi mengejar redho Allah SWT, dan terus meningkatkan kualitas hubungan kita dengan Allah melalui cara yang disyari'atkan didalam Islam, maka Allah akan memudahkan dirinya kepada ketakwaan hakiki, disanalah dalam sepanjang jalan kehidupan akan terbimbing, mendapat solusi dan Allah bakal memberikan pertolongan bagi diri-Nya dijalan yang tidak disangka-sangka. Kesimpulannya berikan yang terbaik, tunjukkan ibadah yang terbaik serta berjuanlah untuk itu dengan tujuan Allah semata.
sumber : http://www.facebook.com/#!/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839

Tidak ada komentar:

Posting Komentar